::selection {background:#FF0000;color:#FFFFFF;} ::-moz-selection {background:#FF0000;color:#FFFFFF;} ::-webkit-selection {background:#FF0000;color:#FFFFFF;}

Halaman

My List bLog

Kamis, 08 November 2012

Yakinilah Bahwa Kamu Tetap Mulia Bersama Para Penerima Cobaan



 Tengoklah kanan kiri, tidakkah kamu menyaksikan betapa banyaknya orang yang sedang mendapat cobaan, dan betapa banyaknya orang yang sedang tertimpa bencana,? Telusurilah, disetiap rumah pasti ada yang merintih, dan setiap pipi pasti pernah basah oleh air mata.
sungguh, betapa banyaknya penderitaan yang terjadi, dan betapa banyak pula orang-orang yang sabar menghadapinya. Maka kamu bukan hanya satu-satunya orang yang mendapat cobaan. Bahkan, mungkin saja penderitaan atau cobaan kamu tidak seberapa bila dibandingkan dengan cobaan orang lain. Betapa banyak di dunia ini orang yang terbaring sakit diatas ranjang selama bertahun-tahun dan hanya mampu membolak-balikkan badannya, lalu merintih kesakitan dan menjerit menahan nyeri.
Berapa banyak orang yang dipenjara selama bertahun-tahun tanpa pernah dapat melihat cahaya matahari sekalipun, dan ia hanya mengenal jeruji-jeruji selnya.
Berapa banyak orang tua yang harus kehilangan buah hatinya, baik yang masih belia dan lucu-lucunya, atau yang sudah remaja dan penuh harapan.
Betapa banyaknya di dunia ini yang menderita, mendapat ujian dan cobaan, belum lagi mereka yang harus setip saat menahan himpitan hidup.
Kini, sudah tiba waktu kamu untuk memandang diri kamu mulia bersama mereka yang terkena musibah dan mendapat cobaan. Sudah tiba pula waktu kamu untuk menyadari bahwasannya kehidupan di dunia ini merupakan penjara bagi orang-orang mukmin dan tempat kesusahan dan cobaan. Di pagi hari istana-istana kehidupan penuh sesak dengan penghuninya, namun menjelang senja istana-istana itu ambruk menjadi reruntuhan. Mungkin saat ini kekuatan masih prima, badan masih sehat, harta melimpah, dan keturunan banyak jumlahnya. Namun dalam hitungan hari saja semuanya bisa berubah: jatuh miskin, kematian dating secara tiba-tiba, perpisahan yang tak bisa dihindarkan, dan sakit yang tiba-tiba menyerang.
Bandingkan penderitaan kanu dengan penderitaan orang-orang disekitar kamu dan orang-orang sebelum kuamu, niscaya kamu bakal sadar bahwa kamu sebenarnya kamu lebih beruntung disbanding mereka.

Tidak ada komentar: