::selection {background:#FF0000;color:#FFFFFF;} ::-moz-selection {background:#FF0000;color:#FFFFFF;} ::-webkit-selection {background:#FF0000;color:#FFFFFF;}

Halaman

My List bLog

Kamis, 08 November 2012

Jangan latah,!



Yakni, jangan mudah mengenakan dan meniru-niru kepribadian umat lain. Karena, itu akan menjadi petaka yang tak mudah reda bagimu. Orang-orang yang lupa dengan dirinya sendiri, suaranya, gerakan tubuhnya, ucapannya, kemampuannya, dan kondisinya sendiri, kebanyakan akan meniru-niru budaya bangsa lain. Dan itulah yang disebut dengan latah, mengada-ngada, berpura-pura, dan membunuh paksa bentuk dan wujudnya sendiri.
Sejak  zaman Nabi Adam hingga makhluk terakhir ciptaan Allah, tak pernah ada dua orang yang sama persis rupanya. Maka, mengapa masih ada orang-orang yang memaksa diri untuk menyamakan perilaku dan kepribadiannya dengan bangsa lain.
Kamu merupakan sesuatu yang lain daripada yang lain. Tak ada seorangpun yang menyerupai kamu dalam catatan sejarah kehidupan ini. Belum pernah ada seorangpun yang diciptakan sama dengan kamu, dan tidak akan pernah ada orang yang akan serupa dengan kamu dikemudian hari. Maka, jangan memaksakan diri untuk bebuat latah dan meniru-niru kepribadian orang lain. Tetaplah berpijak dan berjalan pada kondisi dan karakter kamu sendiri.
Hiduplah sebagaimana kamu diciptakan; jangan mengubah suara, mengganti intonasinya, dan jangan pula mengubah cara berjalan kamu,! Tuntnulah diri kamu dengan wahyu Ilahi, tetapi juga jangan melupakan kondisi kamu dan membunuh kemerdekaan kamu sendiri.
Kamu memiliki corak dan warna tersendiri. Dan kami menginginkan agar kamu tetap seperti itu; dengan corak dan warna kamu sendiri. Sebab kamu memang diciptakan demikian adanya. Kami mengenal kamu seperti itu, maka jangan pernah latah dengan meniru-niru orang lain.
Umat manusia --- dengan pelbagai macam tabiat dan wataknya --- seperti alam tumbuhan: ada yang manis dan asam, ada yang panjang dan pendek. Dan seperti itulah seharusnya umat manusia. Jika kamu seperti pisang, Kamu tak perlu mengubah diri menjadi bamboo, sebab harga dan keindahan kamu akan tampak jika kamu menjadi pisang.
Begitulah, sesungguhnya perbedaan warna kulit, bahasa dan kemampuan kita masing-masing merupakan tanda-tanda kebesaran Sang Maha Pencipta. Karena itu, jangan sekali-kali mengingkari tanda-tanda kebesaran-Nya.


Tidak ada komentar: