::selection {background:#FF0000;color:#FFFFFF;} ::-moz-selection {background:#FF0000;color:#FFFFFF;} ::-webkit-selection {background:#FF0000;color:#FFFFFF;}

Halaman

My List bLog

Kamis, 08 November 2012

Jangan Mengharap ‘’Terimakasih’’ dari Seseorang



Allah menciptakan para setiap hamba agar selalu mengigat-Nya, dan Dia menganugerhkan rezeki kepada setiap makhluk ciptaan-Nya agar mereka bersyukur kepada-Nya. Namun, mereka justru banyak yang menyembah dan bersyukur kepada selain Dia.
Tabiat untuk mengingkari, membangkang, dan meremehkan suatu kenikmatan adalah penyakit yang umum menimpa jiwa manusia. Karena itu, kamu tak perlu heran dan resah bila mendapatkan mereka mengingkari kebaikan yang pernah kamu berikan,mencampakkan budi baik yang telah kamu tunjukkan. Lupakan saja bakti yang telah kamu persembahkan. Bahkan, tak usah resah bila mereka sampai memusuhi kamu dengan sangat keji dan membenci kamu sampai mendarah daging, sebab semua itu mereka lakukan adalah justru karena kamu telah berbuat baik kepada mereka.
Coba kamu buka kembali catatan dunia tentang perjalanan hidup ini! Dalam salah satu babnya diceritakan: syahdan,seorang ayah telah memelihara anaknya dengan baik. Ia memberinya makan, pakaian dan minum, mendidiknya hingga menjadi orang pandai,rela tidak tidur demi anaknya,rela untuk tidak makan asal anaknya kenyang,dan bahkan, mau bersusah payah agar anaknya bahagia. Namun apa lacur, ketika sudah berkumis lebat dan kuat tulang-tulangnya, anak itu bagai anjing galak yang selalu menggonggong kepada orang tuanya. Ia tak hanya berani menghina, tetapi juga melecehkan, acuh tak acuh, congkak, dan durhaka terhadap orang tuanya. Dan semua itu, ia tunjukkan dengan perkataan dan tindakan.
Karena itu, siapa saja yang kebaikannya diabaikan dan dilecehkan orang-orang yang menyalahi fitrahnya, sudah seyogyanya menghadapi itu dengan kepala dingin. Dan, ketenangan seperti itu akan mendatangkan pahala dari Dzat yang pembendaharaa-Nya tidak pernah habis dan sirna.
Ajakan ini bukan untuk menyuruh kamu meninggalkan kebaikan yang telah kamu lakukan selama ini, atau agar kamu sama sekali tidak berbuat baik kepada orang lain. Ajakan ini hanya ingin agar kamu tak goyah dan terpengaruh sedikitpun oleh kekejian dan pengingkaran mereka atas semua kebaikan yang telah kamu perbuat. Dan janganlah kamu pernah bersedih dengan apa saja yang mereka perbuat.
Berbuatlah kebaikan hanya demi Allah semata, maka kamu akan menguasai keadaan, tak akan pernah terusik oleh kebencian mereka, dan tidak pernah merasa terancam oleh perlakuan keji mereka. Kamu harus bersyukur kepada Allah karena dapat berbuat baik ketika orang-orang di sekitar kamu berbuat jahat. Dan, ketahuilah bahwa tangan diatas itu lebih baik dari tangan yang di bawah.
Masih banyak orang berakal yang sering hilang kendali dan menjadi kacau pikirannya saat menghadapi kritikan atau cercaan pedas dari orang-orang sekitarnya. Terkesan, mereka seolah-olah belum pernah mendengar wahyu Ilahi yang menjelaskan dengan gambling tentang perilaku golongan manusia yang selalu mengingkari Allah.
Kamu tak perlu terkejut manakala menghadiahkan sebatang pena kepada orang bebal, lalu ia memakai pena itu untuk menulis cemoohan kepada kamu. Dan kamu tak usah kaget, bila orang yang kamu beri tongkat untuk menggiring domba gembalaannya justru memukulkan tongkat itu ke kepala kamu. Itu semua adalah watak dasar manusia yang selalu mengingkari dan tak pernah bersyukur kepada Penciptanya  sendiri Yang Maha Agung nan Mulia. Begitulah, kepada Tuhannya saja mereka berani membangkang dan mengingkari, maka apalagi kepada saya dan kamu.




Tidak ada komentar: